Comic Strip Camp: 90 Peserta Tuangkan Imajinasi dalam Karya Komik Strip Pertama Mereka

Minggu, 28 Juni 2026 menjadi hari yang istimewa bagi puluhan anak dan remaja dari berbagai penjuru Indonesia. Di tengah musim liburan sekolah, sebanyak 90 peserta memilih untuk mengisi waktu mereka dengan sesuatu yang jauh lebih bermakna, mereka hadir dan berkarya dalam Comic Strip Camp, workshop gratis membuat komik strip yang diselenggarakan oleh Cerya Academy dengan dukungan penuh Cerya Foundation. Kegiatan berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir, dipenuhi semangat, tawa, dan karya-karya yang luar biasa dari para peserta muda.

Acara dibuka oleh Kak Panji Suryo Nugroho dari Cerya Foundation selaku pembawa acara. Dalam pengantarnya, Kak Panji menyampaikan pesan yang mengena kepada seluruh peserta tentang pentingnya kemampuan berinovasi dan penguasaan STEAM, Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics, bagi generasi masa depan. Kak Panji menekankan bahwa dari kelima elemen STEAM tersebut, Art memiliki peran yang sering kali diremehkan namun sesungguhnya sangat fundamental. Kemampuan mengekspresikan ide secara visual, membangun narasi, dan berkomunikasi melalui gambar adalah bekal nyata yang dibutuhkan oleh inovator-inovator muda Indonesia di era yang semakin kompleks ini. Pesan pembuka ini menjadi fondasi yang kuat sekaligus penyemangat bagi para peserta sebelum sesi utama dimulai.

Sesi berikutnya langsung disambut dengan penuh perhatian ketika Kak Sopian, S.I.Kom, Art & Creativity Program Lead Cerya Academy, mengambil alih panggung virtual. Dengan gaya penyampaian yang hangat, interaktif, dan mudah dipahami, Kak Sopian membawakan materi pengantar tentang dunia komik strip, mulai dari cara menemukan ide cerita sederhana dari kehidupan sehari-hari, hingga teknik menyusun alur dalam format 4 panel yang khas. Kak Sopian juga memperkenalkan tema spesial workshop hari itu: “Benda yang Tiba-Tiba Hidup”, sebuah tema yang langsung memancing respons semangat dari para peserta. Layar Zoom pun riuh dengan reaksi antusias, dan kolom chat dipenuhi ide-ide spontan dari peserta yang sudah tidak sabar untuk segera mengangkat pensil dan mulai menggambar.

Puncak kegiatan adalah sesi menggambar, di mana seluruh peserta diberikan waktu untuk mewujudkan ide mereka ke dalam komik strip 4 panel. Dengan berbekal materi yang baru saja mereka serap, para peserta mulai menuangkan imajinasi masing-masing, menghidupkan jam alarm yang cerewet, pensil yang protes karena bosan, hingga tas sekolah yang tiba-tiba punya pendapat soal liburan. Suasana sesi ini terasa hidup meski berlangsung secara daring, sementara Kak Sopian dan tim siap mendampingi bila ada pertanyaan atau kebingungan teknis di tengah proses berkarya.

Bagian yang paling ditunggu-tunggu pun tiba: sesi presentasi hasil karya. Satu per satu peserta menampilkan komik strip buatan mereka, dan hasilnya benar-benar memukau. Karya-karya yang lahir hanya dalam satu sesi singkat itu menunjukkan kekayaan imajinasi yang luar biasa. Cerita-cerita orisinal dengan karakter yang ekspresif, alur yang mengalir, bahkan tak sedikit yang berhasil menghadirkan humor segar yang membuat seluruh peserta tergelak bersama. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa dengan bimbingan yang tepat, anak-anak mampu menghasilkan karya visual yang utuh dan bermakna dalam waktu singkat.

Comic Strip Camp bukan sekadar workshop menggambar. Ia adalah ruang di mana anak-anak belajar berpikir runtut, mengomunikasikan ide secara visual, dan merasakan kepuasan nyata dari sebuah karya yang mereka ciptakan sendiri. Dengan 90 peserta yang hadir dan berpartisipasi aktif, kegiatan ini menjadi salah satu program Cerya Academy yang paling meriah dan berdampak langsung. Cerya Foundation meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi inovator dan kadang, perjalanan itu dimulai dari selembar kertas, sebuah pensil, dan keberanian untuk bercerita.

Categories:

Comments are closed